Login Daftar

JARING POTENSI GUDANG


Bidang : Perdagangan

Selasa, 27 September 2019

Facebook Twitter

Kepala Seksi Optimalisasi Pusat Distribusi dan Pergudangan, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Joko Susilo, mengaku terkejut dengan inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap keberadaan gudang penyimpanan produk perdagangan. Disaat daerah lain menunggu datangnya pemilik gudang yang mengajukan Tanda Daftar Gudang (TDG), Banyuwangi justru melakukan pendataan dan monitoring. Rabu, 21 Agustus 2019, pemilik gudang dihadirkan dalam forum pembinaan yang berlangsung di Gedegan Room Hotel Luminor Banyuwangi. Menurut Joko Susilo, inovasi Banyuwangi tersebut merupakan kali kedua di Indonesia setelah Kota Makassar Sulawesi Selatan

Kegiatan yang diikuti oleh 75 (tujuh puluh lima) orang perwakilan pemilik gudang itu juga dihadiri oleh Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli pada UPT Pengawasan dan Sertifikasi Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Muchamad Affandi

Sementara dalam sambutan pembukaan, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Norawi, S Sos, M.Si, mengatakan bahwa potensi gudang penyimpanan produk perdagangan yang terdata sampai dengan pertengahan tahun 2019 sebanyak 577 unit yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Dari angka tersebut, 107 unit diantaranya sudah memiliki Tanda Daftar Gudang (TDG). Sisanya diharapkan tahun ini bisa terjaring TDG. Tujuannya bukan hanya menaikkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor perdagangan, namun juga untuk memudahkan pengawasan guna memberikan jaminan mutu dan keamanan produk yang tersimpan di gudang