Login Daftar

SAK COROT DADI SEDULUR


Bidang : Perindustrian

Senin, 29 Agustus 2019

Facebook Twitter

Coffee Processing Festival (CPF) 2019 yang berakhir hari ini (27 Juli 2019) menyisakan kesan bagi para Penggiat Kopi Banyuwangi. Kehadiran Barista Peringkat 17 Dunia, Muhammad Aga, dan Pencicip Kopi Bersertifikat Internasional, Yusianto,  membuat barista lokal merindukan hadirnya kegiatan serupa tahun depan


Mengapa ?

Banyuwangimerupakan salah satu produsen kopi nasional dengan kualitas nomor 4 (empat) dunia setelah Jamaika, Hawai dan Toraja. Namun, masyarakat Banyuwangi bukan peminum kopi terbesar. Peminum kopi terbesar dunia masih dipegang oleh masyarakat Finlandia dengan kapasitas 12 kg perorang  pertahun. Tetapi, secangkir kopi bagi masyarakat Banyuwangi bermakna besar. Dengan dukungan warung kopi yang cukup banyak, secangkir kopi bisa menjadi alat komunikasi saat mereka bercengkrama di warung kopi meski sebelumnya mereka tidak saling kenal. Sak Corot Dadi Sedulur (secangkir kopi bisa jadi saudara). Keadaan itulah yang membuat penggiat kopi Banyuwangi merindukan Coffee Processing Festival